
“Diving profesional dengan dive master bersertifikat dan terumbu karang murni”
15 Mahakarya Kapal Menanti Perintah Anda
Liveaboard dive cruise Komodo — diving kelas dunia di Manta Point, Batu Bolong, Castle Rock. Dive master profesional, 3-4 dive per hari.

Supraba Phinisi dibangun dari kayu yang membawa sejarahnya sendiri: papan dan balok yang dipulihkan dari kapal-kapal Indonesia bersejarah, direstorasi dan diintegrasikan ke dalam konstruksi baru untuk memberi kapal karakter yang tidak bisa diproduksi.

Sanctuary mendapatkan namanya dengan memecahkan masalah tertua liveaboard: dengungan mesin yang tak henti-hentinya di tengah malam.

Prana by Atzaró menghadirkan tanda tangan resort terkenal di dunia dari Ibiza ke perairan kepulauan Indonesia.

Oracle Yacht membawa enam tamu dan manifest kru yang tidak biasa: di samping kapten, chef, dan dive master, ada seorang masseuse bersertifikat dan, dalam jiwa, seorang pustakawan.

Nusa Kembara dibangun untuk pelayaran yang tidak mampu diselesaikan kebanyakan liveaboard: empat belas hari terus-menerus di laut, tanpa pengisian ulang, mencakup sirkuit luar Komodo dan sekitarnya.

Majik Cruise tidak memperlakukan malam sebagai bagian yang lebih rendah dari hari liveaboard.

Maj Oceanic tiba di sebuah anchorage seperti kapal induk tiba di pelabuhan: semua yang lain menjadi bahan referensi untuk skalanya.

Magika Phinisi menguasai malam.

Lamima adalah kapal layar kayu terbesar di Asia, phinisi-style ketch tradisional sepanjang 65,2 meter yang memadukan keramahan Indonesia dengan kemewahan superyacht modern.

Lalunia Phinisi mendapatkan tempatnya di armada Komodo dengan memecahkan salah satu kontradiksi paling persisten di pasar charter: keintiman di laut tanpa mengorbankan kenyamanan yang membuat ekspedisi lima hari benar-benar memulihkan diri.

Kaia Liveaboard mendefinisikan ulang apa yang seharusnya diberikan kapal selam kepada tamunya.

Fenides Phinisi beroperasi di bawah kerangka manajemen keselamatan yang dipinjam dari perkapalan komersial Jerman — standar yang begitu ketat sehingga sebagian besar operator charter di Asia Tenggara belum pernah mendengarnya, apalagi mengadopsinya.

Cheng Ho menarik perhatian di anchorage mana pun hanya karena fakta skalanya.

Cajoma V Phinisi adalah kapal solar-hybrid mewah 32 meter yang luar biasa, dibangun pada 2018 dan dirancang dengan cermat untuk menawarkan pelayaran yang berkelanjutan sekaligus mewah melintasi kepulauan Indonesia.

Andamari Phinisi diluncurkan pada 2019 dengan proposisi yang tidak konvensional: kapal 30 meter yang sengaja membatasi jumlah tamunya hingga dua belas orang, mengalokasikan dua puluh persen lebih banyak ruang hidup per orang dibanding standar industri.